Welcome To My Blog Have A Nice Day

Jumat, 25 November 2011

SEBUAH KISAH

lanjutan......


Rrrr…. seperti biasa –dalam beberapa hari ini, udara pagi terasa begitu menusuk kulit. Tempat parkir masih sepi saat aku tiba. Langsung saja aku parkirkan motorku dipojok parkiran –tempat parkir favoritku. Gampang keluarnya saat pulang. Hahaha. :D
            Sekarang ini baru ada 8 atau mungkin 10 kendaraan yang terparkir disini. Sepi. Ku gosok-gosokan kedua telapak tanganku lalu aku masukkan ke dalam saku untuk memperoleh kehangatan. Hmmm…. rasanya tangan ku hampir membeku.
            Ku susuri lorong tempat parkir menuju ke pintu keluar. Disana aku menangkap sosok seseorang yang tak asing bagi ku. Wajahnya tampak murung dan kusut. Ku percepat langkah kaki ku. Tak sabar aku ingin segera menyapanya,
            “Hay, Gus.…” sapa ku lembut sambil menepuk bahunya. Spontan, orang yang aku tepuk bahunya menoleh. Segera aku keluarkan senyum termanisku untuknya. Agus hanya menoleh dan tersenyum kecut. Wajahnya kuyu dan tatapan matanya sendu.
            “Wohohoho…. Kamu kenapa to Gus? Mukamu itu o melas banget. Nggak enak tau  aku ngliatnya. Senyum dong Gus.…” ucapku menggodanya. Biasanya kalau aku menggodanya. Pasti ia akan balas menggodaku. Tapi kali ini Agus tidak bergeming. Dia masih saja diam seribu juta kata.
            Suasana menjadi hening dan kaku. Aku yang tidak terbiasa dalam situasi seperti itu menjadi salah tingkah. Saat aku mulai merasa tidak nyaman dengan kondisi itu, tiba-tiba saja tawa Agus pecah membahana dimana-mana. Begitu lepas dan ceria. Memecah keheningan yang sempat terjadi beberapa detik yamg lalu. Meski masih heran dengan apa yang terjadi, akupun ikut tertawa bersama Agus. Lalu kami berjalan bersama menuju ke kelas sambil bercanda. Hemmm.… kira-kira apa ya yang membuat Agus ketawa sampe segitunya?? Woo.. apa jangan-jangan Agus ketawa gara-gara aku tadi manyun-manyun gag jelas ya?? Waduhh.… anjlok deh pamor ku! Tapi tak apalah, yang terpenting saat ini aku bisa buat Agus ketawa. Duhh…. senengnya. :)
***
            Suasana kelas tak sehitmat biasanya, seharusnya saat ini kami sedang mengikuti mata pelajaran sejarah. Tapi berhubung guru yang bersangkutan sedang ada urusan, maka hari ini kelas kami dapat undian jam pelajaran kosong dan tanpa tugas! Horey! Hahaha.
            Teman-teman ku begitu menikmati kesempatan yang langka ini. Merka asyik dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang browsing internet, nge-game, curhat, nyanyi bareng and other deh.. Kalau aku sih lagi tertarik ngabisin novel yang kemarin belum sempat aku selesaiin. Sampai dimana ya kemarin aku bacanya??
            Saat tengah sibuk mencari halaman novel terakhir yang kemarin aku baca, terdengar derap langkah kaki menuju ke arahku dan berhenti tepat disampingku. Deg.. tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak. Aku pun menoleh. Aku melihat tatapan mata tajam yang seakan ingin mencari suatu penjelasan. Aku menelan ludah. Ada apa gerangan?
            “Ra?”
            “Ya? Ada apa ya Rei?”
            “Cowok tadi siapa?”
            “Hah?” jawabku kaget.
            “Dia pacarmu ya?”
            “Ahh.… Reihan. Ada-ada saja, Aku nggak ada apa-apa kok sama Agus.” Jawabku setenang mungkin.
            “Ohhh…. Jadi cowok itu namanya Agus.” Ujarnya.
            “Ada apa to Rei?”
            “Ehh…. Nggak ada apa-apa kok… Ra, aku mau ngomong sesuatu ma kamu..”
            “Mau ngomong apa Rei?”
            “Tapi janji ya kamu nggak bakalan marah  dan benci ma aku?”
“Wew…. Rei? Kesambet jin darimana sih loe? hehe” ujarku sedikit menggoda.
“Aku serius Ra….” katanya datar. Aku berhenti cekikikan.
            “Emang kamu mau ngomong apa sich?” jawab ku sedikit heran.
            “Ra, contekin PR fisika dong…. Gue lupa belom ngerjain nih. Hehe.” Berkembang senyum jahil dari bibirnya.
            “Ancriiitt…. Gue kira loe mau ngomongin apa. Ternyata mau nyontek PR. Sialan loe.”
            “Hahaha…. Kenapa? Kamu deg-deg an ya? Kamu suka aku ya?”
            “Hiiih.… Ogah deh gue suka ma loe!” jawabku jengkel
            “Ra?”
            “Apa?”
            “Aku suka ama kamu….”
            “Reihaaannn…. Uda deh nggak lucu tau bercandanya!”
            “Hahaha. Tuh kan bener loe suka ama gue. Liat tuh muka loe merah. Hahaha”
Aku hanya terdiam. Malas debat ama anak yang satu ini.
            “Ra?”
            “Ada apa lagi sich!” jawabku setengah berteriak.
            “Jadi nggak minjemin PR nya?? Hehe.”
            “Nich.…” kata ku sambil memberikan buku ke Reihan, aku sedikit salah tingkah.
            “Jangan grogi gitu ahh Ra... Hahaha” ujarnya menggoda ku. Aku hanya diam dan mencoba berkonsentrasi untuk menyelesaikan membaca novelku. Meski aku sendiri tak yakin aku bisa berkonsentrasi. Sungguh ini anak benar-benar buat aku salah tingkah. Huuhhh… Nyebelin nyebelin nyebeliiiiiinnnn….
***

to be continued.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman