Welcome To My Blog Have A Nice Day

Kamis, 17 November 2011

SEBUAH KISAH

Aku terpaku menatap layar handphone ku yang tak bercahaya. Tiap hari pasti ada saja sms yang yang nyangkut ke nomor ku. Tak bosan-bosannya handphone ini bergetar. Tak memperdulikan aku yang entah tengah tertidur ataupun sedang melakukan hal-hal lainnya. Selalu saja menggoda ku untuk menjadi seorang maniak sms. Dan aku pun tidak memberontak. Aku sangat menikmati peran ku itu. Aku begitu terbuai.
Sudah dua hari handphone ku mati. Rusak. Aku tak ada uang untuk meperbaikinya. Jadi ku biarkan saja handphone ku tergeletak disembarang tempat. Toh, siapa juga yang ingin mengambil handphone rusak itu. Lagi pula handphone ku sudah ketinggalan zaman. Sudah tidak up date. Tidak seperti milik teman-teman ku yang sudah canggih dan tak terdapat keypad disana. Hanya butuh sentuhan jari dan sedikit energy, maka jadilah sebuah pesan singkat. Kalau aku sih…. Ya begitu deh…. Jangan tanya!
Hemm…. Bagaimana ya kabarnya dia? Kemarin malam saat aku akan tidur handphone ku bergetar. Sebuah pesan singkat masuk ke inbox handphone ku. Itu pasti sms dari dia. Tapi berhubung ada gangguan teknis notebete RUSAK, dimana layar handphone nggak berfungsi alias gelap, ditambah lagi keypad yang nggak jalan juga. Dengan teramat sangat terpaksa sms itu tak aku respon. Ya…. Itu sudah pasti. Aku menghela nafas panjang. Kutarik selimut menutupi seluruh badan ku dan aku pun mulai memasuki dunia mimpi. Semoga saja aku bertemu dengannya dalam angan mimpi ku. Semoga saja….
***
Ya Tuhan…. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa jadi begini? Bagaimana bisa aku menunggu orang sepertinya? Apa yang membuat ku begitu menyukainya? Dasar cowok kurang ajar! Seenaknya saja dia memberi harapan kosong pada ku. Memang dia pikir aku ini apa? Sebuah boneka? Seongkok barang bekas yang bisa seenaknya dia buang? Memang kau itu laki-laki kejam. Playboy karet! KAMPREETT!!!
***
Pesan singkat masuk bertumpuk-tumpuk ke dalam inbox ku. Semua pesan tersebut dari dia.  Seulas senyum kecil tertoreh di bibir ku. Pipi ku merona merah. Pasti dia merasa kehilangan dan merindukan ku, pikirku dalam hati. Aku baca satu per satu pesan darinya. Gaya bahasanya yang lucu dan polos mebuatku terkikik-kikik kegelian. Ahh…. You’re a cute boy. :)     ***
Tiitt…. Tiitt…. Suara handphone yang bergetar membangunkan ku dari tidur. Dengan kesadaran yang entah berapa persentasenya, mungkin 20% atau bahkan kurang. Aku raih handphone yang ada diatas meja samping tempat tidur. Mata ku masih terkatup rapat saat mencoba untuk mencari tau siapa orang yang berani mengusyik sang putri tidur.
Ku kerdip-kerdipkan kedua mata ku untuk mendapatkan sedikit lebih banyak kesadaran. Ketika terlihat nama “Uki” tertera dilayar di layar, secara spontan mata ku melebar. Aku sudah sadar 1018%. Rasa kantuk ku seketika lenyap, entah menghilang kemana. Jantung ku mulai berpacu dan berdebar debar. Dag…. dig…. dug…. serrr…. Sesuatu berdesir didalam sini.
Haii….
Hello…. hehe
Kemana aja loe? Kok nggak ada kabarnya? Sepi nich  nggak ada loe..
Haha. Kenapa? Kangen ya loe ma gue?
Wuu…. PD banget sih loe jadi orang. Nggak ada ceritanya ya gue kangen ma loe…. :P
Ya udah deh kalo gitu…. Trus ngapain loe sms gue??  -,-
Cuma mau ngecheck. Temen gue yang satu ini masih hidup  apa enggak…. Hehe
Sialan…. Loe ngarepin gue cepet mati!
Ahh.… Enggak enggak…. Cuma bercanda…. :D    Gitu aja marah….
Yee…. siapa yang marah? Orang gue gag marah :P
Ohh…. gitu ya sekarang….
Apa?
Aku terkekeh-kekeh kegelian karena kelakuan kocak si Uki. Aku letakkan kembali handphone ke tempat semula dimana tadi aku mengambilnya. Bergegas aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi, karna sirene mobil pemadam kebakaran sudah meraung-raung diseberang ruangan sana.  Notebene omelan my mother. Hehe. :)
***
Brrr…. Tubuh ku menggigil. Beberapa hari ini udara di wilayah sini menjadi lebih dingin dari biasanya. Meski sudah agak siang pun udara masih terasa dingin. Ku acak-acak rambut basahku dengan handuk agar segera kering.
            Saat masuk ke kamar, hal pertama yang menarik perhatian ku tidak lain dan tidak bukan adalah handphone. Lampu handphone ku berkedip-kedip karna terdapat pesan masuk di sana. Aku tersenyum simpul. Handphone tersebut aku biarkan berkedip-kedip.
            Aku sisiri dan aku rapikan rambut ku yang acak-acakan. Sesekali aku lirik handphone ku yang masih berkedip-kedip. Aku tersenyum lagi. Terdapat sebuah kepuasan tersendiri saat aku melihat hal tersebut. Setelah menjepit rambut ku dengan accesoris pita warna biru, ku raih handphone ku. Woww…. 5 pesan diterima dan semuanya dari Uki! Hahaha
Nggak papa kok.… Judes banget sih loe jadi orang….
Hey?
Ra? Loe marah beneran?
Ra, jangan marah dong.… maafin aku ya?
Ra? Please, jangan marah. ;(
            Marah? Dia pikir aku marah? Hahaha. Ada-ada saja. Siapa yang marah coba? Aku kan cuma mandi. Hehe.... Emang berapa lama sih gue mandi? Ahh.. nggak nyampe sejam aja kok? Hhe.... ya berarti si Uki sedang tidak beruntung. Haha.
            Hemm…. Enaknya balas nggak ya? Ahh…. nggak usah aja deh. Biar Uki ketar-ketir. Biar tau rasa tu orang. Tapi…. Kasian juga sih. Aduh…. Uda ah biarin aja. Emang gue pikirin.
            Aku pun beranjak dari tempat tidur. Tapi saat aku akan melangkahkan kaki, handphone ku berbunyi. Ada sebuah panggilan masuk. Dari Uki! Cepat-cepat aku silent handphone ku. Dengan sedikit rasa terkejut, aku memandangi handphone yang bergetar dan berkedap-kedip. Tubuh ku membatu. Tak dapat aku gerakkan. Timbul rasa cemas dalam hati ku. Bagaimana ini?
            Setelah  beberapa saat, handphone ku berhenti bergetar dan berkedap-kedip. Dan di detik berikutnya, kembali ke keadaanan yang lalu. Sebuah panggilan masuk dari Uki lagi! Kemudian lampu layar kembali gelap.
            Segera aku balas sms dari Uki tadi yang belum sempat –sengaja tidak aku balas. Dengan perasaan cemas dan resah, aku coba tulis sebuah pesan yang menunjukkan kesan menggodanya.
Haha…. kena deh! Emang enak gue kerjain! :P
Loe nggak marah kan Ra?
Enggak enggak. Santai aja kali….
Maaf ya kalo gue ada salah ma loe?
Aduduh…. Iya iya. Aku nggak marah kok…. :)
            Dan setelah itu aku pun terhanyut dalam serangkaian pasan yang hilir mudik masuk keluar handphone ku.

to be continued.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman